Ayo Raih Cita-cita
Sejak TK, jawabannya kalau ditanya tentang cita-cita pasti ia menjawab “Mau jadi Dokter !!”. ya, begitulah jawaban khas anak TK pada umumnya. Ia menjawab pertanyaan itu sambil teriak-teriak sambil mengangkat jari telunjuk tinggi-tinggi.
Beranjak SD, cita-citanya masih tetap pada posisi semula, mau jadi dokter. Soalnya waktu itu ia belum membayangkan bagaimana susahnya kalau mau menjadi dokter. Kita tahu sendir, kalau mau jadi dokter, IPA kita harus kuat. Sementara itu, yang dipikirannya Cuma “Wah, hebat kalau menjadi dokter, nanti bisa menolong banayk orang, mendapat banyak uang, kemudian mau beli ini itu bisa”. Pokoknya semuanya khayalan tingkat tinggi deh.
Masuk ke SMP, cita-citanya mulai geser ke kiri dan kanan. Mengapa ? soalnya sejak SMP ia mulai kenal sama yang namanya Kimia. Dapi pertama dia kelas satu, ia belajar Kimia dari seorang guru yang terkenal galak,baru saja ibu itu dating mengajar,keringatdingin langsung menetes satu persatu.Alhasil semua ,jangan kan nempel di otak.numpang lewat di telinga aja tidak
Sampai suatu saat guru kimianya di ganti.Nah mulai dari saat itu dalam otaknya ada secercah harapan tentang kimia lagi….
Mulai dari situ dia semakin semangat membayangkan betapa indahnya menjadi seorang dokter.
Kalau sbelumnya factor penghambatnya cara mengajar guru yang sangat kaku, tetapi kemudian menjadi sangat menyanangkan.
Akan tetapi, dia tidak mau kalah akan kemampuan otaknya yang “gampang ingat dan cepat lupa” itu. Dia masih mau jadi dokter, dia berupaya akan meningkatkan cara belajarnya itu.
Namanya juga usaha. Pokoknya, dia ingin menjadi yang terbaik dalam Kimia.
Mempunyai semangat yang seperti inilah yang harus di miliki oleh semua siswa-siswi jaman sekarang. Tekad kuat, berkemauan ingin tahu yang tinggi, dan selalu optimis.
No Comments Yet
Belum ada komentar.
Komentar RSS Lacak Balik URI Pengenal
Tinggalkan komentar










