SMA AL-Khairaat,saat valentine bebrapa guru mempunyai anggapan yang berbeda tentang hari yang dominan dengan warna pink ini. LOVE MUST BE EVERYTIME. Pak Dahyar, bapak guru SMA Al-Khairaat, yang cocok diberi gelar Toma Ta pura ini ternyata baru mengetahui yang namanya valentine itu ketika pertengahan tahun 2004. Saat itu beliau membaca Koran yang artikelnya bertuliskan tentang : Megawati, HAsyim Muzadi dan beberapa mentri 3 negara lainnya yang mengadakan acara Valentine. Wah, kok bias kayak gitu yah ???
“menurut bapak, remaja –remaja yang merayakan valentine itu boleh-boleh saja, karena agama manapun didunia ini menganjurkan agar umatnya saling saying menyayangi. Namun, untuk membagi kaih kesesama itu ada batasannya.” Tutur bapak yang sering membuat murid-murid tertawa dengan leluconnya yang lucu.
Untuk menumbuhkan rasa kasih saying yang positf didiri kita semua, beliau berpesan, “Hari kasih saying ini jangnlah dimaknai bahwa hanya seharian penuh mencurahkan kasih saying terhadap sesama, melainkan disetiap hari.” Love Must be averytime tegasnya.
Selain Pak Dahyar, ada lagi Ibu Wiwin, guru yang khas dengan kacamatanya ini ternyata gaul juga yah. Beliau pernah merayakan saat valentine saat beliau masih remaja. Menurutnya, valentine itu bermakna sebagai penghargaan kita terhadap seseprang. Seperti pacar, orangtua, sahabat, teman, 5taupun musuh. Heeeeheee.. Cara menghargainya bias dalam bentuk berupa kado, ataupun sureprize tertentu, wah…gokil tuh..
Guru yang mempunyai cara mengajar santai tapi serius terhadap murid-muridnya ini, menegaskan bahwa,
“Umat muslim itu, sebenarnya nggak boleh merayakan yang begituan, karena hal itu merupakan kebiasaan dari budaya barat yang kadang di publikasikan untuk kita-kita. Valentine juga merupakan hal yang nggak bener, tetapi bila kita berkasih sayang kepada keluarga, dan sahabat, itu boleh-boleh saja.”